Ragam Tradisi Syawlan di Indonesia

Tradisi Syawalan

Tradisi Syawalan

Image by Google

Syawalan merupakan suatu tradisi yang tidak bisa dilepaskan dari umat Islam di Indonesia. Diadakan sekitar 7 hari setelah hari raya Idul Fitri, umat Islam Indonesia menggelar acara sebagai bentuk puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Berikut kami rangkum ragam tradisi syawalan dari beberapa daerah di Indonesia.

Semarang, Jawa Tengah.
Masyarakat Semarang merayakan tradisi syawalan dengan membuat Ketupat Jembut. Panganan khas yang hanya ada pada acara syawalan ini berupa ketupat masak yang dibelah dan diisi dengan taoge dan kelapa.
Ketupat Jembut dibuat oleh para orang dewasa yang kemudian dibagikan kepada anak-anak yang lebih muda.

Karimunjawa, Jawa Tengah.
Tradisi syawalan di Karimunjawa lebih dikenal dengan nama Lomban. Berasal dari kata “Lomba” tradisi syawalan ini dirayakan oleh warga Karimunjawa dengan membuat berbagai perlombaan yang diikuti oleh seluruh warga baik orang tua maupun anak-anak.

Madura, Jawa Timur.
Tujuh hari setelah Idulfitri, masyarakat Sampang merayakan Hari Raya Ketupat. Perayaan Hari Raya Ketupat ditandai tradisi ather-ather atau mengantar makanan ke rumah tetangga dan saudara. Setiap makanan yang diantar harus menyertakan satu ketupat. Ada ketupat besar yang beratnya mencapai satu kilogram. Namun juga ada ketupat yang hanya sebesar jempol kaki.

Palu, Sulawesi Tengah
Warga Palu merayakan tradisi syawalan dengan membuat Mandura yaitu makanan berbahan dasar ketan dan dibungkus menggunakan daun. Mandura kemudian disusun bertingkat menyerupai gunungan yang melambangkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan diarak keliling kampung sebelum dibawa ke masjid dimana warga berdoa dan makan mandura bersama.

 

Dirangkum dari berbagai sumber.